Dinperinkop-UKM Kulon Progo Dukung Literasi Digital UMKM

Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dinperinkop-UKM) untuk Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendukung kemajuan literasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat (01/07/2026).
Dilansir dari antaranews.com, dukungan ini menjadi upaya Dinperinkop-UKM untuk memperluas pasar UMKM di tengah tantangan ekonomi saat ini. Diantaranya karena kenaikan bahan baku dan juga kurs yang meningkat.
"Kami terus menyemangati pelaku UMKM untuk meningkatkan skill dan kemampuan melihat potensi pasar kekinian. Online marketing bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk bertahan dan berkembang," kata Iffah Mufidati, Kepala Dinperinkop-UKM Kulon Progo.
Iffah mengakui bahwa secara faktual, pemanfaatan platform digital oleh UMKM di daerahnya masih tertinggal, khususnya program SiBakul bebas ongkir. Iffah kemudian membandingkan fakta daerahnya dengan wilayah Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta.
Untuk mengejar ketertinggalan ini, Iffah mendorong berbagai strategi pendampingan.
Dinperinkop-UKM Kulon Progo menggunakan strategi dengan konsep skema pentahelix. Konsep ini melibatkan sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha swasta, dan media.
Langkah ini mencakup pendampingan intensif mulai dari pelatihan produksi, legalitas usaha, hingga strategi pemasaran digital.
"Kami terus melakukan afirmasi dan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM DIY agar kuota program SiBakul bebas ongkir untuk Kulon Progo ditingkatkan. Alhamdulillah, usulan tersebut diakomodasi dengan porsi kuota yang lebih banyak bagi Kulon Progo dan Gunungkidul," jelasnya.
Iffah menekankan jika pasar produk UMKM terserap dengan baik melalui strategi digital, maka gairah produksi para pelaku usaha akan meningkat. Hal ini diharapkan berdampak positif terhadap finansial UMKM daerahnya.
"Belajar dari pandemi COVID-19 yang mengajarkan tentang pentingnya inovasi dan efisiensi, kami berkomitmen untuk tetap membersamai teman-teman UMKM dengan cara-cara yang kreatif. Kami optimistis, UMKM Kulon Progo mampu berdaya saing asalkan strategi pasar mereka relevan dengan perkembangan digital saat ini," tambah Iffah.



