Digitalisasi UMKM Jadi Motor Ekonomi Cirebon

Transformasi digital atau digitalisasi semakin berkembang di dunia usaha Cirebon sepanjang 2026. Pemerintah Daerah Cirebon kini fokus memperkuat ekosistem UMKM ke arah digitalisasi. Langkah ini diharapkan menjadi strategi pasar untuk mendorong ekonomi Cirebon (11/5).
Dilansir dari bisniscirebon.com, perkembangan bisnis di Cirebon tidak lagi hanya bertumpu pada sektor perdagangan konvensional. Tren baru menunjukkan bahwa pelaku usaha mulai mengadopsi sistem digital.
Mulai dari pemasaran online, pembayaran non-tunai, hingga penggunaan data untuk mengembangkan usaha. Perkembangan ini juga didorong dengan meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap layanan yang cepat, praktis, dan efisien.
Melalui Dinas Koperasi dan UKM, Pemerintah Kabupaten Cirebon menyusun grand design pengembangan usaha berbasis teknologi informasi dan inkubasi bisnis. Program tersebut disiapkan untuk memperkuat daya saing lebih dari 200 ribu pelaku UMKM di Kabupaten Cirebon.
Kepala Dinkop UKM Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan menyebut penguatan UMKM berbasis digital menjadi langkah strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan yang lebih modern dan terintegrasi.
Sementara Wali Kota Cirebon Effendi Edo menilai digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan. Akan tetapi sudah menjadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha. Menurutnya, digitalisasi UMKM akan memperluas jangkauan pasar, dari pasar nasional hingga internasional.
Jika program pemerintah berjalan optimal dan pelaku usaha mampu beradaptasi dengan tren pasar, sektor bisnis di Cirebon diyakini akan tumbuh lebih kompetitif dan berkelanjutan pada 2026.



